Lesunya Trafik SMS Karena Layanan Pesan Singkat Lewat Transfer Data

0
233

Siapa yang tidak kenal dengan aplikasi chat Whatsapp, Facebook Messenger, Yahoo! Messenger, dan lain sebagainya? Beberapa pembaca tentu malah selalu menggunakannya sebagai pengganti SMS. Ya, layanan seperti ini memang menjamin penghematan biaya yang dikeluarkan untuk pulsa karena layanan aplikasi chat ini jauh lebih murah daripada tarif SMS biasa.

misc_wasap2

Namun sebetulnya, aplikasi-aplikasi seperti ini tentu saja merugikan operator karena penggunaan jaringan internet operator untuk akses layanan mereka. Secara bersamaan, proses ini mengakibatkan dua hal yang cukup mencolok; menurunnya trafik SMS dan meningkatnya trafik data. Bahkan beberapa aplikasi mulai merambah voice call, dan pastinya jika voice call juga dilakukan dengan layanan data, maka operator tentu saja akan semakin rugi. Hal-hal semacam ini tentu saja dialami oleh seluruh operator seluler.

Di samping meruginya bisnis operator seluler karena penyusutan trafik SMS ini, perspektif lain menyebutkan bahwa meningkatnya angka trafik data justru mengindikasikan bahwa masyarakat Indonesia makin melek teknologi. Penggunaan paket internet yang makin meningkat menjadi bukti tak langsung bahwa masyarakat sudah merasa internet adalah sebuah kebutuhan yang mengalami peningkatan prioritas.

misc_wasap3

Salah satu developer aplikasi chat via data, WhatsApp, mengatakan bahwa layanan semacam ini bukanlah sebuah ancaman untuk para operator seluler. Mereka hanya memberi fasilitas untuk pergerakan data, dan tentu saja secara tidak langsung ikut memfasilitasi penyedia layanan. Dengan kata lain, aplikasi-aplikasi sejenis dapat meningkatkan pendapatan para operator seluler dari fitur layanan data.

Sementar itu, dewasa ini para operator seluler cenderung merangkul developer aplikasi chat yang ada. Contohnya saja ada kerjasama antara Indosat dengan WhatsApp pada kartu Mentari. Hal ini dimaksudkan untuk menggaet calon konsumen supaya memilih operator yang dimaksud dengan kemudahan pesan instan yang telah disematkan.

Pertanyaannya, dengan makin menjamurnya layanan chat via data, sampai kapan pihak operator akan bertahan dengan fitur SMSnya? Beberapa hal perlu dikaji ulang disini, mungkin diantaranya penyesuaian tarif SMS dan fokus yang lebih lagi pada pengembangan layanan transfer data. Sebab, proses kemajuan teknologi cenderung membuktikan bahwa layanan SMS oleh operator bukan lagi menjadi prioritas utama dalam bertukar pesan.

 

Sumber:
tekno.kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.