Rooting LG Optimus L7

0
300

Rooting. Siapa pengguna Android yang tidak pernah dengar kata itu? Banyak orang yang mungkin bingung apakah ponselnya harus di-root atau tidak. Banyak juga yang mungkin mencari definisi arti rooting dan masih belum yakin apakah ponselnya harus diroot atau tidak.

misc_rooting2

Buat saya, rooting berarti melepas “kunci” pada ponsel, membuat ponsel rooted (ponsel yang sudah di-root) bisa dioprek sebebas-bebasnya. Mau install aplikasi cracked bisa, mau membatasi akses ke beberapa aplikasi juga bisa (misal: mengunci aplikasi SMS supaya tidak dibaca orang lain). Masalahnya, dengan proses rooting tadi, kita juga ibaratnya membuka pintu yang terkunci. Tanpa dikunci, hal-hal yang tidak kita inginkan juga bisa masuk rumah kalau kitanya lengah.

Setelah beli ponsel Android LG Optimus L7, yang pertama saya cari adalah cara meroot-nya. Saya malas pergi ke counter HP soalnya. Jadi, dengan HP yang masih gress, dengan resiko lumayan, saya memutuskan nekat.
Hasilnya? Dengan sedikit bantuan dari baca-baca sebuah forum internasional, dengan banyak proses trial and error, akhirnya ponsel saya rooted. Ngga nyesel? Jawabnya tidak, karena saya tahu, ponsel ini bisa saya unroot (mengembalikan proses rooting) kalau saya mau.

misc_rooting

 

Banyak keuntungan yang saya dapat dari proses rooting ini, diantaranya adalah proteksi ke beberapa aplikasi, install beberapa aplikasi bajakan (semoga yang ini tidak ditiru) buat dicoba-coba, dan yang paling utama, mempassword fitur-fitur penting pada HP ini.
Kerugiannya hanya satu. Proses rooting ini mengharuskan firmware Android masih V10A, sementara firmware saya sudah versi V10D. Karena harus downgrade, jadi ada beberapa fungsi yang hilang, contohnya QuickNote dan fitur menahan tombol untuk mendapatkan karakter kedua (misal: menahan huruf ‘v’ bisa mendapatkan tanda tanya ‘?’).

Apa solusi saya untuk mengatasi kerugiannya? Saya akan jawab tidak ada. Rugi ya rugi, kalau saya niat meroot HP saya, kerugiannya harus saya terima bulat-bulat. Tapi, kalau nanti suatu saat saya berniat mengembalikan firmwarenya, atau mengupdate firmwarenya kalau ada keluaran baru, bisa juga, kok. Firmwarenya masih bisa diganti-ganti kapan saja, asal kita punya hal-hal yang diperlukan. Tentu dengan konsekuensi ponsel jadi unroot lagi.

Anda punya niat meroot HP kesayangan? Sebaiknya cari informasi banyak-banyak sebelum memutuskan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.